Pengembangan Kawasan Andalan Provinsi Kalimantan Selatan

Penulis

  • Yusuf Asyahri UIN Antasari Banjarmasin
  • Syafril Syafril ASMI Citra Nusantara Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.21787/mp.2.1.2018.27-38

Kata Kunci:

Potensi Ekonomi, Kesenjangan Ekonomi, Sektor Ekonomi, Kawasan Andalan

Abstrak

Ketimpangan ekonomi antar wilayah merupakan aspek yang umum terjadi dalam kegiatan ekonomi suatu daerah. Ketimpangan ini pada dasarnya disebabkan oleh adanya perbedaan kandungan sumber daya alam dan perbedaan kondisi demografi yang terdapat pada masing-masing wilayah. Ketimpangan tersebut yang kemudian menjadi alasan lahirnya Peraturan Daerah Kalimantan Selatan No 9 Tahun 2000 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, Penelitian ini merupakan kajian ekonomi untuk melihat dan membandingkan berbagai potensi ekonomi kawasan andalan Provinsi Kalimantan Selatan serta tepat atau tidaknya Perda No 9 tahun 2000 tersebut. Metode Penelitian bersifaf deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan teknik analisis menggunakan LQ, Tipologi Daerah, Indeks Williamson dan Entropi Theil. Hasil analisis menunjukkan Kawasan yang tidak layak menjadi kawasan andalan dengan analisis tipologi daerah hanya Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Banjar, serta Kabupaten Balangan. Disebabkan daerah-daerah tersebut masuk dalam kuadran III. Kesenjangan ekonomi daerah-daerah Kawasan Andalan Kandangan dan sekitarnya belum bisa ditentukan sebagai kawasan andalan. Untuk itu pembagian Kawasan Andalan sebagaimana dalam Perda Kalimantan Seelatan No 9 Tahun 2000 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kalimantan Selatan perlu ditinjau ulang.

Biografi Penulis

Yusuf Asyahri, UIN Antasari Banjarmasin

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Syafril Syafril, ASMI Citra Nusantara Banjarmasin

ASMI Citra Nusantara Banjarmasin

Referensi

Adisasmita, R. (2005). Pembangunan Ekonomi Perkotaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Aswandi, H. M., & Kuncoro, M. (2015). Evaluasi Penetapan Kawasan Andalan: Studi Empiris di Kalimantan Selatan 1993-1999. Journal of Indonesian Economy and Business, 17(1). https://doi.org/10.22146/jieb.6703

Erawati, N. K., & Yasa, I. N. M. (2012). Analisis Pola Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Potensial Kabupaten Klungkung. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 1(1). Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/EEB/article/view/3207

Hartono, B. (2008). Analisis Ketimpangan Pembangunan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Universitas Dipenogoro. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/16862/1/BUDIANTORO__HARTONO.pdf

Kuncoro, M. (2004). Otonomi dan Pembangunan Daerah. Jakarta: Erlangga.

Restiatun. (2009). Identifikasi Sektor Unggulan dan Ketimpangan Antar Kabupaten/Kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, 10(1), 77–98. Retrieved from http://journal.umy.ac.id/index.php/esp/article/view/1279/1333

Siska, D., Hadi, S., Firdaus, M., & Said, S. (2015). Strategi Pengembangan Ekonomi Wilayah Berbasis Agroindustri di Kawasan Andalan Kandangan Kalimantan Selatan. Jurnal Bina Praja, 7(2), 99–110. https://doi.org/10.21787/JBP.07.2015.99-110

Sjafrizal. (2008). Ekonomi Wilayah dan Perkotaan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sutikno, & Maryunani. (2007). Analisis Daya Saing dan Potensi Daerah. Journal of Indonesian Applied Economics, 1(1), 1–17. Retrieved from http://jiae.ub.ac.id/index.php/jiae/article/download/160/129.

Sutrisno, A. (2012). Analisis Ketimpangan Pendapatan dan Pengembamgangan Sektor unggulan Di Kabupaten Dalam Kawasan Barlingmascakep Tahun 207-2010. Economics Development Analysis Journal, 1(1). https://doi.org/10.15294/EDAJ.V1I1.465

Syahza, A., & Suarman, D. (2013). Strategi Pengembangan Daerah Tertinggal Dalam Upaya Percepatan Pembangunan Ekonomi Pedesaan. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 14(1), 126–139. Retrieved from http://journals.ums.ac.id/index.php/JEP/article/viewFile/166/153

Unduhan

Diterbitkan

2018-03-30

Cara Mengutip

Asyahri, Y., & Syafril, S. (2018). Pengembangan Kawasan Andalan Provinsi Kalimantan Selatan. Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan, 2(1), 27–38. https://doi.org/10.21787/mp.2.1.2018.27-38

Terbitan

Bagian

Artikel