Innovation and Reconstruction of Regional Sectoral Laws for Asymmetrical Decentralization

Authors

  • Muhammad RM Fayasy Failaq Master of State Law, Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • Mario Agritama SW Madjid Master of State Law, Faculty of Law, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21787/mp.7.2.2023.75-86

Keywords:

asymmetric decentralization, local government, Sectoral Law

Abstract

Decentralization, which was voiced louder after the reform, in fact, still leaves residue. Among them are the uniformity of decentralization and the desire for federalism which has always existed but is challenging to execute. On this basis, the right solution is through asymmetric decentralization, which currently applies to special autonomous regions and does not solve the above problems. For this reason, this research seeks to examine the proper concept of asymmetric decentralization and present a solution in the form of regional sectoral law innovations. This research is a normative juridical law research with a conceptual approach. The data were obtained from secondary data with various legal materials related to the theme. Furthermore, the authors analyzed these data qualitatively to produce objective conclusions. In conclusion, asymmetric decentralization can also be applied to non-special autonomous regions with specific geographical, economic, administrative, and cultural aspects as basic reasons. The entrance does not need to be amended because it is enough to reconstruct regional sectoral laws and innovate to add specific government affairs.

References

Abdillah, K., & Susilawati, Y. (2020). Sejarah Kodifikasi Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia. Al-Huquq: Journal of Indonesian Islamic Economic Law, 2(1), 114. https://doi.org/10.19105/alhuquq.v2i1.3073

Adiwijaya, A. J. S., Komandoko, K., Suryani, D., & Vijay, M. (2022). Urgensi Reformasi Undang-Undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan sebagai Dampak Penerapan Konsep Omnibus Law di Indonesia. JURNAL ILMIAH LIVING LAW, 14(2).

Akbarrudin, A. (2013). Pelaksanaan Fungsi Legislasi DPR RI dan DPD RI Pasca Amandemen UUD 1945. 8. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/pandecta

Alivia, D. (2019). Politik Hukum Pengaturan Pemerintahan Daerah yang Bersifat Khusus atau Bersifat Istimewa di Indonesia. Rechtidee, 14(2), 150–166.

Anggono, B. D. (2020). OMNIBUS LAW SEBAGAI TEKNIK PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG: PELUANG ADOPSI DAN TANTANGANNYA DALAM SISTEM PERUNDANG-UNDANGAN INDONESIA. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 9(1), 17. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v9i1.389

As Shidik, D. (2011). Pergeseran paradigma sentralisasi ke desentraslisasi dalam mewujudkan good governance. Jurnal Ilmu Administrasi, 4(2).

Aziz, N. L. L. (2018). Potret Politik Pengelolaan Dana Otonomi Khusus dan Istimewa. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Bayu, K., & Studi, P. (t.t.). DESENTRALISASI ASIMETRIS DALAM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA TESIS Disusun Oleh. https://doi.org/10.912.579

Dewi, R., & Nuriyatman, E. (t.t.). Efektifitas Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Diani, R. (2020). KEDUDUKAN OMNIBUS LAW DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN.

Evendia, M., & Firmansyah, A. A. (2012). Konvergensi Hukum Desentralisasi Asimetris untuk Mewujudkan Akselerasi Pembangunan Daerah (Vol. 18, Nomor 1). Universitas Lampung.

Failaq, M. R. F., & Arelia, F. (2022). Diskrepansi Sistem Pemerintahan Daerah Khusus Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Jurnal Studi Kebijakan Publik, 1(1), 57–69. https://doi.org/10.21787/jskp.1.2022.57-69

Fatmawati, N. I. (2018). Desentralisasi Asimetris, AlternatifBagi Masa Depan Pembagian Kewenangan di Indonesia. Madani, 10(3).

Fayasy Failaq, M. R., & Arelia, F. A. (2022). MERANCANG KONSTITUSIONALISME DALAM AMANDEMEN PENGUATAN DPD RI. Sanskara Hukum dan HAM, 1(02), 25–36. https://doi.org/10.58812/shh.v1i02.57

Fitryantica, A. (2019). Harmonisasi Peraturan Perundang-Undangan Indonesia melalui Konsep Omnibus Law. Gema Keadilan, 6(3), 300–316. https://doi.org/10.14710/gk.2019.6751

Gusman, E. (2021). PERAN DPD RI TERHADAP PEMBANGUNAN DAERAH PERBATASAN DAN TERTINGGAL DALAM ERA OTONOMI DAERAH. Ensiklopedia Sosial Review, 3(2), 129–135. https://doi.org/10.33559/esr.v3i2.775

Habibi, M. (2019). Kecemburuan Daerah Penghasil Setelah Praktek Desentralisasi Asimetris. https://doi.org/10.31227/osf.io/6xm3u

Huda, N., & Heryansyah, D. (2019). Kompleksitas Otonomi Daerah Dan Gagasan Negara Federal Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 26(2). https://doi.org/10.20885/iustum.vol26.iss2.art2

Indra, M. (2021). GAGASAN DESENTRALISASI ASIMETRIS DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PERBATASAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU DALAM MEWUJUDKAN KEPULAUAN RIAU SEBAGAI POROS MARITIM DAN MENJAGA KEDAULATAN NEGARA. Riau Law Journal, 5(2), 141. https://doi.org/10.30652/rlj.v5i2.7902

Indriyani, I. A. (2019). JSPG: Journal of Social Politics and Governance Analisis Sistem Pemerintahan di Indonesia, Masih Relevankah Konsep Negara Kesatuan?

Kristiyanto, E. N. (2020). Urgensi Omnibus Law dalam Percepatan Reformasi Regulasi dalam Perspektif Hukum Progresif. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 20(2), 233. https://doi.org/10.30641/dejure.2020.V20.233-244

Kurniadi, B. D. (2012). Desentralisasi Asimetris di Indonesia [Makalah].

Kurniawan, W. (2017). Free Trade Zone Sebagai Salah Satu Wujud Implementasi Konsep Disentralisasi. Jurnal Selat, 4(2).

Lambelanova, R. (2022). PARADIGMA BARU DESENTRALISASI ASIMETRIS DI INDONESIA.

Matitaputty, M. I. (2012). Desentralisasi dan Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah di Indonesia Problem dan Tantangan. Sasi, 18(1), 21–28.

Nyoman Nidia Sari Hayati, Sri Warjiyati, & Muwahid. (2021). Analisis Yuridis Konsep Omnibus Law dalam Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan di Indonesia. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 16(1), 1–18. https://doi.org/10.33059/jhsk.v16i1.2631

Prabowo, A. S., Triputra, A. N., & Junaidi, Y. (2020). Politik Hukum Omnibus Law di Indonesia. Pamator Journal, 13(1), 1–6. https://doi.org/10.21107/pamator.v13i1.6923

Prasisko, Y. G. (2016). Gerakan Sosial Baru Indonesia: Reformasi 1998 dan Proses Demokratisasi Indonesia. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 3(2), 9. https://doi.org/10.22146/jps.v3i2.23532

Putri, A. F. J., Herdika, M., & Fendita, X. A. (2022). BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu DESENTRALISASI SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN PROBLEMATIKA SERTA TANTANGAN DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH. 1(03).

Rahman, F. (2021). Rasionalitas Desentralisasi Asimetris dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Samadhi, W. P. (2005). Desentralisasi Setengah Hati: Berpindahnya “Sentralisme” ke Daerah. Indonesian Centre for Democracy and Human Rights.

Sodikin. (2020). Paradigma Undang-Undang dengan Konsep Omnibus Law Berkaitan dengan Norma Hukum yang Berlaku di Indonesia. Jurncal Rechtsvinding, 9(1).

Sukwika, T. (2018). Peran Pembangunan Infrastruktur terhadap Ketimpangan Ekonomi Antarwilayah di Indonesia. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 6(2), 115. https://doi.org/10.14710/jwl.6.2.115-130

Susanto, S. N. H. (2019). Desentralisasi Asimetris dalam Konteks Negara Kesatuan. Administrative Law and Governance Journal, 2(4), 631–639.

Tauda, G. A. (2018). Desain Desentralisasi Asimetris Dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia. Dalam Online Administrative Law & Governance Journal (Vol. 1).

Urgensi Penerapan Omnibus law Untuk Menyelesaikan Permasalahan Pembentukan Regulasi Di Indonesia. (2022). Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum. https://doi.org/10.55357/is.v3i1.193

Waris, I. (2012). Pergeseran Paradigma Sentralisasi ke Desentralisasi Dalam Mewujudkan Good Governance. Jurnal Kebijakan Publik, 2(2).

Zubaedah, P. A., & Hafizi, R. (t.t.). SENTRALISASI ATAU DESENTRALISASI: PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI INDONESIA. Jurnal Cahaya Mandalika, 3.

Published

2023-12-09

How to Cite

Failaq, M. R. F., & Madjid, M. A. S. (2023). Innovation and Reconstruction of Regional Sectoral Laws for Asymmetrical Decentralization. Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan, 7(2), 75–86. https://doi.org/10.21787/mp.7.2.2023.75-86

Issue

Section

Articles