Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 13 No 2 (2021).
1.163 Dilihat 893 Diunduh
Dalam sebuah kota yang terus berkembang. Pelayanan publik kepada masyarakat menjadi isu penting. Untuk menciptakan pelayanan prima, kota penyangga seperti kota Tangerang Selatan dan juga kota-kota lainnya dituntut mengembangkan kota cerdas (smart city), sebagai cara baru melayani masyarakat. Penelitian ini bertujuan menelaah lebih lanjut terkait kebijakan inovasi daerah dalam mendorong daya saing daerah di kota tangerang selatan. Untuk mencapai hal itu, penelitian ini memadukan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan kebijakan inovasi daerah di Kota Tangerang Selatan sebagai unit analisis berdasarkan fakta apa adanya. Ada pun teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dengan menghimpun informasi dari berbagai pemangku kepentingan seperti penpejabat Pemerintah dari jajaran eksekutif dan legislatif, Bisnis/Pelaku UMKM serta masyarakat yang terlibat dalam penerapan inovasi untuk meningkatkan kinerja KDH dan daya saing daerah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Berdasarkan hasil pembahasan penelitian ini menyimpulkan, implementasi kebijakan inovasi daerah di Kota Tangerang Selatan bisa dikatakan belum maksimal. Selain sumber daya manusia, kendali inovasi daerah juga masih dipegang wali kota sebagai kepalad aerah. Selanjutnya Peranan Kepala Daerah dalam penerapan inovasi untuk peningkatan kinerja dan daya saing daerah sangat penting, mengingat pemimpin sebagai leverage point untuk mengungkit pergerakan manajemen pengetahuan dalam organisasi pemerintahan, agar pengembangan pengetahuan organisasi dapat dieksekusi menjadi Inovasi sangat dibutuhkan. Terkahir Pemerintah Kota Tangerang Selatan perlu menerapkan model RAJADO (Replikasi, Authority, Jejaring Inovasi, Anggaran, dan Digitalisasi/Online).
Regional Innovation Policy in Encouraging Regional Competitiveness in South Tangerang City
Public service is an important issue for the sustainability of a city. To create excellent service, supporting cities such as South Tangerang and other cities are required to develop smart cities as a new way to serve the community. This study aims to further examine regional innovation policies in encouraging regional competitiveness in South Tangerang City. This research used qualitative descriptive research methods. The descriptive research method is used to describe regional innovation policies in South Tangerang City as a unit of analysis based on the facts as they are. The data collection technique in this study uses interview techniques by collecting information from various stakeholders such as government officials, executive and legislative ranks, Businesses/MSME actors, and communities involved in implementing innovation to improve regional heads and regional competitiveness in South Tangerang City. This study concludes that the implementation of regional innovation policies in South Tangerang has not been maximized. In addition to the quality of human resources, several agencies have not been creative in creating innovations. It can be seen from the control of innovation held by the mayor as the regional head. Furthermore, the role of the Regional Head in implementing innovation to improve regional performance and competitiveness is very important, considering that leaders must be able to leverage the knowledge management movement in government organizations so that organizational knowledge development can be executed into much-needed innovation. Recently, the South Tangerang City Government needed to implement the RAJADO model (Replication, Authority, Innovation Network, Budget, and Digitalization/Online).
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 13 No 2 (2021).
Hak Cipta (c) 2021 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.