Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 16 No. 3 (2024).
Study on the District and City in Indonesia Across 2016-2023
2,010 Views 1,973 Downloads
Poverty remains a significant challenge in Indonesia, with a national rate of around 9.36% in 2023 and 16 provinces exceeding this poverty level. This study aims to analyze poverty patterns across districts and cities by using K-Means Clustering and examine the effectiveness of government interventions in poverty reduction through panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM). Results indicate that higher-poverty areas benefit most from social assistance, village funds, credit schemes, and GRDP, while capital spending exacerbates poverty. On the other hand, lower-poverty areas achieve reductions through capital spending, village funds, and GRDP, with minimal impact from social assistance and credit schemes. Also, these results emphasize the need for targeted interventions, such as optimizing social assistance and credit access programs in higher-poverty areas and implementing growth-focused strategies, including physical infrastructure development, in lower-poverty regions.
Strategi Intervensi Pemerintah dalam Penanggulangan Kemiskinan: Studi Kabupaten dan Kota di Indonesia Tahun 2016-2023
Kemiskinan masih menjadi tantangan yang signifikan di Indonesia, dengan tingkat kemiskinan nasional sekitar 9,36% pada tahun 2023 dan 16 provinsi melampaui tingkat kemiskinan ini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola kemiskinan di seluruh kabupaten dan kota dengan menggunakan K-Means Clustering dan mengkaji efektivitas intervensi pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan melalui regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah dengan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi paling diuntungkan oleh bantuan sosial, dana desa, skema kredit, dan PDRB, sementara belanja modal memperburuk kemiskinan. Di sisi lain, daerah dengan tingkat kemiskinan yang lebih rendah mencapai pengurangan melalui belanja modal, dana desa, dan PDRB, dengan dampak minimal dari bantuan sosial dan skema kredit. Selain itu, hasil ini menekankan perlunya intervensi yang tepat sasaran, seperti mengoptimalkan program bantuan sosial dan akses kredit di daerah dengan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dan menerapkan strategi yang berfokus pada pertumbuhan, termasuk pembangunan infrastruktur fisik, di daerah dengan tingkat kemiskinan yang lebih rendah.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 16 No. 3 (2024).
Mohammad Ahlis Djirimu · Universitas Tadulako, Palu City, Indonesia
Head Lector in Faculty of Economic and Business
Copyright (c) 2024 Author(s). This article is licensed under CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.