Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 17 No. 2 (2025).
Optimizing Transformation and Digital Services Based on Big Data and Real-Time Technology
619 Views 412 Downloads
Digital transformation and public facilities in city governance have become basic needs amidst the increasing complexity of public services and public demands for fast, transparent, and affordable services. Surakarta City, as a cultural city in the process of becoming a smart city, faces challenges in streamlining bureaucracy, improving residents' quality of life, and optimizing the use of real-time data. This study aims to identify and formulate a strategy for the Surakarta Smart City concept that focuses on the dimensions of smart governance, smart living, and smart society. The approach used integrates big data-based information technology and real-time technology. The research method uses literature studies from Scopus, Google Scholar, and Sinta. The research result showed that the current digital transformation in Surakarta has not optimally improved public services or access to information, nor has it accelerated responses to field conditions. The researchers recommend developing an integrative dashboard across sectors. Concretely, the smart city concept in Surakarta can be strengthened by: (1) the concept of adding public facilities such as the provision of public Wi-Fi in strategic city spaces, (2) optimizing the development of digital health services, (3) developing online-based population administration that can be accessed in real-time and responsively, and (4) implementing a real-time city monitoring system through the integration of CCTV and big data. These initiatives are considered capable of improving accessibility and quality of life and accelerating data-based decision-making. This research confirms that the success of a Smart City rests not only on technology, but also on collaborative governance, adaptive regulations, and community social readiness. Surakarta has great potential to become a model for a smart city based on culture and sustainable citizen participation.
Tinjauan Konsep Kota Pintar Surakarta: Optimalisasi Transformasi dan Layanan Digital Berbasis Big Data dan Teknologi Real-Time
Transformasi digital dan fasilitas publik dalam tata kelola kota telah menjadi kebutuhan dasar di tengah meningkatnya kompleksitas layanan publik dan tuntutan masyarakat akan layanan yang cepat, transparan, dan terjangkau. Kota Surakarta, sebagai kota budaya yang sedang dalam proses menjadi kota pintar, menghadapi tantangan dalam merampingkan birokrasi, meningkatkan kualitas hidup warga, dan mengoptimalkan penggunaan data real-time. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi untuk konsep Kota Pintar Surakarta yang berfokus pada dimensi tata kelola cerdas, kehidupan cerdas, dan masyarakat cerdas. Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan teknologi informasi berbasis big data dan teknologi real-time. Metode penelitian menggunakan studi literatur dari Scopus, Google Scholar, dan Sinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital saat ini di Surakarta belum secara optimal meningkatkan layanan publik atau akses informasi, dan juga belum mempercepat respons terhadap kondisi lapangan. Peneliti merekomendasikan pengembangan dasbor integratif lintas sektor. Secara konkret, konsep kota pintar di Surakarta dapat diperkuat dengan: (1) konsep penambahan fasilitas umum seperti penyediaan Wi-Fi publik di ruang kota strategis, (2) optimalisasi pengembangan layanan kesehatan digital, (3) pengembangan administrasi kependudukan berbasis online yang dapat diakses secara real-time dan responsif, dan (4) implementasi sistem pemantauan kota real-time melalui integrasi CCTV dan big data. Inisiatif-inisiatif ini dianggap mampu meningkatkan aksesibilitas dan kualitas hidup serta mempercepat pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan Kota Pintar tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada tata kelola kolaboratif, regulasi adaptif, dan kesiapan sosial masyarakat. Surakarta memiliki potensi besar untuk menjadi model kota pintar berbasis budaya dan partisipasi warga yang berkelanjutan.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 17 No. 2 (2025).
Prabang Setyono · Sebelas Maret University
Environmental Science
Copyright (c) 2025 Author(s). This article is licensed under CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.