Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 9 No. 2 (2017).
The Effect of Local Government's Policy
1,416 Views 875 Downloads
Poverty issue in Nusa Tenggara Timur (NTT) has happened for several years. Some efforts have been done, but there is no significant impact. Poverty issue in NTT is being the concern of Indonesia’s government not only because the high number of poorer, but also the location which is in border territory of Indonesia-Timor Leste. Actually, realized or not, NTT has great potencies behind the problem caused by its dry soil and some social issue in its society. Some of those potencies are able to be seen in five local economic sectors, i.e. demography, forestry, farming and animal husbandry, trading, and tourism. This article is written to explain how big potencies of NTT and how to manage it in order to alleviate poverty. The approach used in this article is qualitative approach with literature review as collecting data method. There is no special method used in analysing this article; it is just objective analysis based on current data, situation, and condition. Based on the analysis, there are so many potencies in NTT, but they have not been developed well, whereas people stuck in current situation, so there is no significant achievement in poverty alleviation efforts. Potency utilization can be optimally hold through strategic, effective, and efficient efforts supported by government, both national and local, and NTT society. Through potency optimization, poverty rate in NTT should be able to be push down.
Finding Out the Potency of Nusa Tenggara Timur in Poverty Allevation: The Effect of Local Government's Policy
Permasalahan kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah terjadi selama bertahun-tahun. Pelbagai upaya sudah dilaksanakan, tetapi tidak memberikan dampak yang signifikan. Permasalahan kemiskinan di NTT menjadi perhatian pemerintah Indonesia, bukan hanya karena jumlah rakyat miskin yang tinggi, melainkan juga berada di perbatasan wilayah Indonesia-Timor Leste. Pada dasarnya, baik disadari maupun tidak, NTT mempunyai potensi yang sangat besar di balik lahan kering dan pelbagai permasalahan sosial masyarakatnya. Beberapa potensi tersebut dapat dilihat dari lima sektor perekonomian daerah, yaitu kependudukan, kehutanan, pertanian dan peternakan, perdagangan, dan pariwisata. Artikel ini ditulis untuk menjelaskan besarnya potensi yang dimiliki oleh NTT dan cara pengelolaannya dalam rangka menekan angka kemiskinan. Pendekatan yang digunakan dalam artikel ini bersifat kualitatif dengan metode tinjauan pustaka dalam pengumpulan data. Tidak ada metode khusus yang digunakan untuk menganalisis isu yang diangkat dalam artikel ini; analisis hanya dilakukan berdasarkan data, situasi dan kondisi terkini. Berdasarkan analisis dalam artikel ini, ada banyak potensi di NTT, tetapi belum dikembangkan dengan baik, sedangkan masyarakat berpasrah pada kondisi yang ada, sehingga tidak ada pencapaian yang signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Pendayagunaan potensi ini dapat dilakukan secara optimal melalui upaya-upaya strategis, efektif, dan efisien yang didukung oleh pemerintah, baik nasional maupun daerah, dan masyarakat NTT. Melalui optimalisasi pendayagunaan potensi ini, tingkat kemiskinan di NTT dapat terus ditekan.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 9 No. 2 (2017).