Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 17 No. 1 (2025).
A Study of the Regional Government of Yogyakarta Special Region (DIY)
692 Views 511 Downloads
The government is actively campaigning for the asset manager paradigm as a new approach to realizing more effective and efficient asset management. However, until now, local governments are still struggling to evaluate the success of the asset manager paradigm due to the lack of adequate measurement instruments. This research aims to evaluate the success of the asset manager paradigm in managing Regional Property (BMD). Evaluation of the success of the manager asset paradigm can be carried out using the asset manager paradigm success index model, which is a composite index of success indicators in activity dimensions that require an asset manager paradigm perspective. These activities include planning needs and budget, use, utilization, as well as security and maintenance. The data used in this research is secondary data in the form of Financial Reports from the DIY Regional Government. This data is used to measure the success of the asset manager paradigm with relevant indicators and formulas. The evaluation results showed a decrease in the average value of the three-dimensional indicators measured and an increase in one other dimensional indicator. The evaluation results also showed that there was still room for Regional Apparatus Organizations (OPD) within the DIY Regional Government to increase the spirit of the asset manager paradigm in BMD management. This research produces a measurement model that can be used by local governments to evaluate the success of the asset manager paradigm in managing BMD. This measurement model can be a reference in developing a more comprehensive asset manager paradigm success measurement model in the future.
Evaluasi Paradigma Pengelola Aset dalam Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD): Studi pada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Pemerintah sedang gencar mengampanyekan paradigma pengelola aset sebagai pendekatan baru untuk mewujudkan pengelolaan aset yang lebih efektif dan efisien. Namun, hingga saat ini, pemerintah daerah masih kesulitan mengevaluasi keberhasilan paradigma pengelola aset karena minimnya instrumen pengukuran yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan paradigma pengelola aset dalam pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Evaluasi keberhasilan paradigma pengelola aset dapat dilakukan dengan menggunakan model indeks keberhasilan paradigma pengelola aset, yaitu indeks komposit indikator keberhasilan pada dimensi kegiatan yang membutuhkan perspektif paradigma pengelola aset. Kegiatan tersebut meliputi perencanaan kebutuhan dan anggaran, penggunaan, pemanfaatan, serta pengamanan dan pemeliharaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah DIY. Data ini digunakan untuk mengukur keberhasilan paradigma pengelola aset dengan indikator dan formula yang relevan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan nilai rata-rata dari ketiga indikator dimensi yang diukur dan peningkatan pada satu indikator dimensi lainnya. Hasil evaluasi juga menunjukkan masih adanya ruang bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah DIY untuk meningkatkan semangat paradigma pengelola aset dalam pengelolaan BMD. Penelitian ini menghasilkan model pengukuran yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk mengevaluasi keberhasilan paradigma pengelola aset dalam mengelola BMD. Model pengukuran ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan model pengukuran keberhasilan paradigma pengelola aset yang lebih komprehensif di masa mendatang.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 17 No. 1 (2025).
Copyright (c) 2025 Author(s). This article is licensed under CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.