Analisis Desk Research Kebijakan Technology Transfer Office Sebagai Solusi Hambatan Teknologi Transfer di Lembaga Litbang Indonesia

Penulis

  • Aditya Wisnu Pradana Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
  • Anugerah Yuka Asmara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
  • Budi Triyono Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
  • Ria Jayanthi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
  • Anggini Dinaseviani Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
  • Purwadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
  • Wahid Nashihuddin Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21787/mp.5.1.2021.1-12

Kata Kunci:

technology transfer office, teknologi transfer, kebijakan transfer teknologi, penelitian dan pengembangan, komersialisasi

Abstrak

Kiprah lembaga penelitian dan pengembangan milik pemerintah sudah ada sejak lama, baik unit yang berada di bawah kementerian atau perguruan tinggi maupun yang independen dalam struktur Lembaga Pemerintah Non Kementerian bidang Riset dan Teknologi (LPNK Ristek). Namun, panjangnya eksistensi LPNK Ristek dinilai tidak sejalan dengan output hasil litbang karena minimnya kontribusi LPNK Ristek dalam melakukan hilirisasi hasil kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) ke para pengguna. Studi ini berupaya memberikan pemahaman mengenai bentuk desain kebijakan yang berangkat dari isu minimnya hilirisasi/komersialisasi hasil litbang di Indonesia dengan kebijakan transfer teknologi yang sudah ada dan mengusulkan alternatif kebijakan baru, yakni Technology Transfer Office (TTO) untuk menggantikan kebijakan yang lama. Pendekatan studi ini adalah kualitatif dengan metode desk research, di mana sumber data yang digunakan diperoleh melalui sumber sekunder dari dokumen tertulis, jurnal ilmiah, buku ilmiah, arsip, kebijakan atau regulasi yang terkait, dan penelusuran dari website lembaga terkait. Sumber data tersebut dipublikasikan dalam rentang waktu tahun 1996 hingga tahun 2020. Hasil dari studi ini menemukan ada tiga hambatan transfer teknologi di lembaga litbang Indonesia yakni minimnya pendanaan, terbatasnya kualitas dan kuantitas SDM, serta struktur kelembagaan yang kaku dan menghambat fungsi transfer teknologi. Studi ini juga merekomendasikan kebijakan TTO sebagai alternatif kebijakan transfer teknologi dengan empat instrumen utamanya yakni (1) dari aktivitas pemerintah yang terlibat, (2) struktur sistem penyampaian baik langsung atau tidak langsung, (3) derajat sentralisasi, dan (4) derajat automisasi dengan mekanisme pendanaan, SDM, dan kelembagaan berupa Badan Layanan Umum (BLU).

Referensi

Ariana, L., Fizzanty, T., Hermawati, W., Prihadyanti, D., Laili, N., & Alamsyah, P. (2014). Perilaku Organisasi Litbang dalam Alokasi Anggaran dan Skenario Kebijakan Alokasi Anggaran Litbang Pemerintah (Lemlit X). Jakarta: LIPI Press.

Asmara, A. Y. (2016). Kontribusi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pemerintah dalam Pembangunan Nasional: Tinjauan Konsep Komersialisasi. Prosiding Seminar Nasional “Kontribusi Akademisi Dalam Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan,” 75–83. Malang: Universitas Brawijaya.

Asmara, A. Y., Oktaviyanti, D., Alamsyah, P., & Zulhamdani, M. (2016). Science-Techno Park and Industrial Policy in Indonesia. Paper in ‘Korea and the World Economy XV’ Conference to Be Held at Korea Federation of Banks.

Birkland, T. A. (2001). An Introduction to the Policy Process: Theories, Concepts, and Models of Public Policy Making (1st Ed.). London: M. E. Sharpe.

Birkland, T. A. (2015). An Introduction to the Policy Process: Theories, Concepts, and Models of Public Policy Making (3rd Ed.). London: Routledge.

Brodjonegoro, S. S., & Greene, M. P. (2014). Creating an Indonesian Science Fund.

Carvalho, N. P. 2011. (2011). Article 66, least developed countries members. In The TRIPS regime of patent rights (3rd ed., pp. 698–708). The Hague: Kluwer Law International.

Chakroun, N. (2017). Using technology transfer offices to foster technological development: A proposal based on a combination of articles 66.2 and 67 of the TRIPS agreement. The Journal of World Intellectual Property, 20, 103–118.

Correa, C. (2015). Can the TRIPS agreement foster technology transfer to developing countries? In K. E. Maskus & J. H. Reichman (Eds.), International public goods and transfer of technology under a globalized intellectual property regime. New York: Cambridge University Press.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th Ed.). Los Angeles; London; New Dehli; Singapore; Washington DC: Sage Publications.

EU-IndonesiaTCF. (2017). Guide to Setting Up Technology Transfer Office.

Gerintya, S. (2017). Kondisi Dunia Penelitian di Indonesia. Retrieved from https://tirto.id/kondisi-dunia-penelitian-di-indonesia-cvvj

Grosse, R. (1996). International technology transfer in services. Journal of International Business Studies, 27(4), 781–800. https://doi.org/10.1057/palgrave.jibs.8490153

Hardi, M. (2017). Permasalahan Beasiswa – Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti.

Johnston, M. P. (2014). Secondary Data Analysis: A Method of which the Time Has Come Melissa. Qualitative and Quantitative Methods in Libraries (QQML), 3, 619–626.

Kementerian Ristekdikti. (2017a). Pedoman Beasiswa SDM Iptek Kemenristekdikti Tahun 2017. Retrieved from http://sumberdaya.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2017/07/Pedoman-Beasiswa-SDM-Iptek-2017.pdf

Kementerian Ristekdikti. (2017b). Term of Reference Inisiasi Regulasi Terkait Penguatan TTO. Jakarta.

Lakitan, B., Hidayat, D., & Herlinda, S. (2012). Scientific productivity and the collaboration intensity of Indonesian universities and public R&D institutions: Are there dependencies on collaborative R&D with foreign institutions? Technology in Society, 34(3), 227–238. https://doi.org/10.1016/j.techsoc.2012.06.001

Mashad, D. (2008). Tahun Penuh Tantangan: Soedjono Djoened Poesponegoro, Menteri Riset Pertama di Indonesia (N. Supriyanti, Ed.). Jakarta: LIPI Press.

Muhammad, N. A., Faisal, A., & Anindito, I. A. (2017). Studi Pembangunan Science and Technopark (STP) di Indonesia. Jurnal Perencanaan Dan Pembangunan, 1(1), 14–31.

Oktaviyanti, D., Kusbiantono, Sari, K., Arifin, M., Rahayu, S., & Asmara, A. Y. (2013). Analisis Perkembangan Kebijakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia dari Era Orde Lama hingga Era Orde Baru (Laporan Akhir Penelitian Kegiatan DIPA Pappiptek LIPI Tahun Anggaran 2013 - Laporan Tidak Dipublikasi). Jakarta.

Pramisti, N. Q. (2016). Muramnya Wajah Dunia Riset Indonesia. Retrieved from https://tirto.id/muramnya-wajah-dunia-riset-indonesia-bsF6

Rachmawati, R., Asmara, A. Y., & Badriani, M. (2014). Kajian Tata Kelola Pendanaan Riset di LPNK Ristek. Laporan Akhir Kementerian Riset dan Teknologi Sub Kegiatan: RISET-PRO Nomor 09/Kontrak/RisetPro/D2/AD2-2/IX/2014. Laporan Tidak Dipublikasikan.

Risbang Kemenristek BRIN. (2019). Indonesia Harus Meningkatkan Produktivitas Paten Jika Ingin Menjadi Negara Maju. Retrieved from https://risbang.ristekbrin.go.id/publikasi/berita-kegiatan/indonesia-harus-meningkatkan-produktivitas-paten-jika-ingin-menjadi-negara-maju/#:~:text=“Indonesia merupakan pendaftar paten domestik,paten terdaftar di tahun 2018%0A

Ruggiano, N., & Perry, T. E. (2019). Conducting secondary analysis of qualitative data: Should we, can we, and how? Qualitative Social Work, 18(1), 81–97. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/1473325017700701

Soedarsono, S. (2004). Mengukur Kompetensi Unit Riset. Info Kajian Bappenas, 1(2), 87–96.

Suranto. (2019). GERD Indonesia Mengalami Kenaikan. Retrieved from http://infopublik.id/kategori/nasional-sosial-budaya/372769/gerd-indonesia-mengalami-kenaikan

Surminah, I. (2004). Pola Komersialisasi Hasil Litbang di LIPI. Warta Kebijakan Iptek Dan Manajemen Litbang, 2, 99–113.

Surminah, I., Pabeta, A. T., & Soedibyo. (2004). Penelitian tentang Model Komunikasi Komersialisasi Hasil Litbang. Jakarta: Pappiptek-LIPI.

TRIPS Agreement. (1994). Marrakesh Agreement Establishing the World Trade Organization, Annex 1C, 1869 U.N.T.S. 299, 33 I.L.M. 1197. Retrieved from Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights website: https://www.wto.org/english/docs_e/legal_e/trips_e.htm#art3

United Nations. (2010). Training Module on the WTO Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS). Retrieved from https://unctad.org/system/files/official-document/ditctncd20083_en.pdf

United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). (2014). Transfer of technology and knowledge sharing for development: science, technology and innovation issues for developing countries. In UNCTAD Current studies on science, tecnology and innovation (Vol. 8). Retrieved from UNCTAD/DTL/STICT/2013/8

World Bank. (n.d.). FDI and Technology Transfer. Retrieved from https://tcdata360.worldbank.org/indicators/h2b4ffaf7?indicator=717&viz=line_chart&years=2007,2017%0A

World Bank, & Kementerian Ristekdikti. (2017). Inisiasi Regulasi Penguatan Technology Transfer Office (Naskah Policy Paper) (pp. 1–56). pp. 1–56.

World Intellectual Property Organization (WIPO). (2011). Transfer of technology in its fourteenth session. SCP/14/4/rev, Geneva, April, 13th.

Zuhal. (2000). Visi Iptek Memasuki Milenium III. Jakarta: UI Press.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-05-31

Cara Mengutip

Pradana, A. W., Asmara, A. Y., Triyono, B., Jayanthi, R., Dinaseviani, A., Purwadi, & Nashihuddin, W. (2021). Analisis Desk Research Kebijakan Technology Transfer Office Sebagai Solusi Hambatan Teknologi Transfer di Lembaga Litbang Indonesia. Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan, 5(1), 1-12. https://doi.org/10.21787/mp.5.1.2021.1-12

Terbitan

Bagian

Artikel