Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 13 No. 1 (2021).
2,353 Views 1,527 Downloads
Identical collaborative governance is used in government and must handle COVID-19 to create fast, precise, focused, integrated and synergistic steps between ministries/agencies, local governments, and other stakeholders. This research describes collaborative governance in efforts to deal with COVID-19 in Riau Province, especially Pekanbaru City, considering that the city recorded a relatively high initial increase in cases compared to other areas in Riau Province as well as the implementation of collaborative management. The research method is qualitative, with the type of research used is the exploratory type and literature study. This article analyses several aspects of collaborative governance, namely the initial role of the government, non-state actors, joint decision making, formal organizing, gaining consensus, and the existence of problems to collaborate both on public policies and services.
Tata Kelola Kolaboratif dalam Penanganan COVID 19 di Kota Pekanbaru
COVID 19 merupakan fenomena pandemi baru yang mempengaruhi tatanan kehidupan masyarakat dan pemerintahan. Perkembangan penyebaran yang tidak dapat diprediksi dan kecenderungan trend yang terus meningkat menjadi tantangan dalam penanganannya. Pemerintah mengeluarkan kebijakan strategis dan responsif dimulai dari tahap implementasi Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di berbagai wilayah terdampak. Menilai dampak keberadaan COVID 19 di berbagai bidang, baik kesehatan, ekonomi, sosial budaya, dan bidang pembangunan lainnya, merupakan tugas berat bagi pemerintah dan dalam proses pemerintahannya identik dengan menggunakan tata kelola kolaboratif sebagai penanganan masalah. . Naskah hasil penelitian ini akan menguraikan tentang manajemen pemerintah dalam penanganan COVID 19 di Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru. Kota Pekanbaru dipilih dengan pertimbangan peningkatan jumlah kasus di awal yang cukup tinggi dibandingkan wilayah lain di Provinsi Riau serta pengelolaan kolaboratif yang dilakukan. Pembahasan tata kelola kolaboratif dalam penanganan COVID 19 di Kota Pekanbaru menggunakan analisis, yaitu peran awal pemerintah, aktor non-negara, pengambilan keputusan bersama, pengorganisasian formal, mendapatkan mufakat, dan adanya permasalahan untuk berkolaborasi baik dalam kebijakan maupun pelayanan publik.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 13 No. 1 (2021).
Copyright (c) 2021 Author(s). This article is licensed under CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.