Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 16 No. 2 (2024).
809 Views 814 Downloads
Regional loans provide consequences for regions to make payments on the loan at the specified time. This article aims to find out how Bone Regency's financial capacity is to pay off PEN loans over the next eight years, analyzed using Debt Service Coverage Ratio (DSCR) by Mahmudi. DSCR consists of eight indicators, namely Regional Original Income, General Allocation Funds, Profit Sharing Funds, Reforestation Fund Profit Sharing Funds, Mandatory Expenditures, Loan Principal Installments, Loan Interest and Other Loan Costs. This article uses a qualitative approach using quantitative data. Data collection techniques include Semi-Structured Interviews, Passive Participant Observation and Documentation. The research results show that Bone Regency has the ability to repay PEN loans in the next 8 years and meets the minimum DSCR score criteria of 2.5 points. There are no obstacles in repaying PEN loans, but regional finances in 2024 are predicted to be burdened due to the implementation of regional elections. Efforts made to overcome obstacles to repaying PEN loans are by producing good financial reports. Also to anticipate a budget deficit that may occur in 2024, by budgeting a reserve fund that starts in 2022 and can be disbursed in 2024.
Analisis Kemampuan Keuangan Daerah Kabupaten Bone dalam Pengembalian Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional
Pinjaman daerah memberikan konsekuensi kepada daerah untuk melakukan pembayaran atas pinjaman tersebut pada waktu yang ditentukan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan keuangan Kabupaten Bone dalam melunasi pinjaman PEN selama delapan tahun ke depan yang dianalisis dengan menggunakan Debt Service Coverage Ratio (DSCR) oleh Mahmudi. DSCR terdiri dari delapan indikator yaitu Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil, Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi, Belanja Wajib, Angsuran Pokok Pinjaman, Bunga Pinjaman dan Biaya Pinjaman Lainnya. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data meliputi Wawancara Semi Terstruktur, Observasi Partisipan Pasif dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Kabupaten Bone mempunyai kemampuan pengembalian pinjaman PEN dalam 8 tahun ke depan dan memenuhi kriteria skor DSCR minimal 2,5 poin. Tidak ada kendala dalam pengembalian pinjaman PEN, namun keuangan daerah tahun 2024 diprediksi akan terbebani akibat pelaksanaan pilkada. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala pengembalian pinjaman PEN adalah dengan menghasilkan laporan keuangan yang baik. Juga untuk mengantisipasi defisit anggaran yang mungkin terjadi pada 2024 yaitu dengan menganggarkan dana cadangan yang dimulai pada tahun 2022 dan dapat dicairkan pada tahun 2024.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 16 No. 2 (2024).
Copyright (c) 2024 Author(s). This article is licensed under CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.