Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 16 No. 1 (2024).
891 Views 810 Downloads
This research analyzes the Bogor Regency government’s efforts to increase the number of tourists through digital marketing with the Ekabo application service. Then, advise on managing the Ekabo Application for the Bogor Regency regional government. After the COVID-19 recovery, tourism has become an indicator of economic development. Likewise, Bogor Regency has potential in tourism management. The Ekabo application is an innovative tourism weapon for the Bogor district government. This breakthrough application responds to the inequality in tourism quality in Bogor Regency, which tends to be centralized in one area. Based on this research, the author sees an opportunity to maximize this application by getting an upgrade in local revenue in the tourism sector. However, the implementation of the Ekabo application experienced several obstacles, such as uneven socialization due to the large size of the Bogor district. Tourism activists need to gain more awareness about the importance of promoting tourism through digital means. Then, the bad internet connection in several border areas is often a complaint from tourists, and the active participation of tourism managers needs to be higher. Therefore, the author offers several proposed strategies so that the Ekabo application can be known by foreign and local tourists, including strengthening the Ekabo application on all well-known social media as digital promotions, collaborating with tourism content creators as well as making brand ambassadors, and recording tourists’ attractions by the cultural and tourism collaborates with tourism activists in the field.
Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam Meningkatkan Jumlah Wisatawan Melalui Aplikasi Ekabo
Penelitian ini menganalisis upaya pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan jumlah wisatawan melalui pemasaran digital dengan layanan aplikasi Ekabo. Kemudian, memberikan saran dalam pengelolaan aplikasi Ekabo bagi pemerintah daerah Kabupaten Bogor. Pasca pemulihan COVID-19, pariwisata menjadi salah satu indikator pembangunan ekonomi. Begitu juga dengan Kabupaten Bogor yang memiliki potensi dalam pengelolaan pariwisata. Aplikasi Ekabo menjadi senjata pariwisata yang inovatif bagi pemerintah kabupaten Bogor. Terobosan aplikasi ini menjawab ketimpangan kualitas pariwisata di Kabupaten Bogor yang cenderung terpusat di satu wilayah. Berdasarkan penelitian ini, penulis melihat adanya peluang untuk memaksimalkan aplikasi ini dengan mendapatkan peningkatan pendapatan asli daerah di sektor pariwisata. Namun, implementasi aplikasi Ekabo mengalami beberapa kendala, seperti sosialisasi yang kurang merata karena luasnya wilayah kabupaten Bogor. Para penggiat pariwisata perlu mendapatkan lebih banyak kesadaran tentang pentingnya mempromosikan pariwisata melalui sarana digital. Kemudian, buruknya koneksi internet di beberapa daerah perbatasan yang sering menjadi keluhan wisatawan, dan partisipasi aktif pengelola pariwisata perlu lebih tinggi. Oleh karena itu, penulis menawarkan beberapa usulan strategi agar aplikasi Ekabo dapat dikenal oleh wisatawan mancanegara dan lokal, di antaranya adalah memperkuat aplikasi Ekabo di semua media sosial yang sudah terkenal sebagai promosi digital, berkolaborasi dengan para konten kreator pariwisata serta membuat brand ambassador, dan mendata atraksi-atraksi wisata oleh para penggiat pariwisata yang berkolaborasi dengan para penggiat pariwisata di lapangan.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 16 No. 1 (2024).
Copyright (c) 2024 Author(s). This article is licensed under CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.