Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 16 No. 1 (2024).
2,235 Views 1,441 Downloads
One of the concepts of Jakarta Smart City is marked by the existence of regional innovation. The JAKI (Jakarta Kini) application is a one-stop service innovation that helps people with their daily activities. Management of the JAKI (Jakarta Kini) application as a regional innovation aligns with innovative governance in public administration studies. Innovative governance as a renewal of good governance is not enough to overcome problems, especially in the public sector. The study aims to analyze the implementation of Innovative Governance in Managing Public Services through the JAKI (Jakarta Kini) Application in DKI Jakarta Province and to find out Innovative Governance in Managing Public Services Through the JAKI (Jakarta Kini) Application in DKI Jakarta Province. The study used qualitative research methods. Primary data sources were obtained from interviews, and secondary data from books, articles, and previous research. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model. This study analyzed innovative governance as public service management through the JAKI (Jakarta Kini) application in DKI Jakarta. The results showed that government governance in DKI Jakarta can be categorized as innovative through the JAKI (Jakarta Kini) application. However, the management must carry out active outreach to increase community participation and make regular improvements to minimize errors in the service system.
Tata Kelola Pemerintahan yang Inovatif dalam Pengelolaan Pelayanan Publik Melalui Aplikasi Jakarta Kini di Provinsi DKI Jakarta
Salah satu konsep Jakarta Smart City ditandai dengan adanya inovasi daerah. Aplikasi JAKI (Jakarta Kini) merupakan inovasi layanan satu pintu yang membantu masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Pengelolaan aplikasi JAKI (Jakarta Kini) sebagai inovasi daerah selaras dengan tata kelola pemerintahan yang inovatif dalam kajian administrasi publik. Tata kelola pemerintahan yang inovatif sebagai pembaharuan tata kelola pemerintahan yang baik tidak cukup untuk mengatasi permasalahan khususnya di sektor publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Innovative Governance dalam Mengelola Pelayanan Publik Melalui Aplikasi JAKI (Jakarta Kini) di Provinsi DKI Jakarta dan untuk mengetahui Innovative Governance dalam Mengelola Pelayanan Publik Melalui Aplikasi JAKI (Jakarta Kini) di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara, dan data sekunder dari buku, artikel, dan penelitian terdahulu. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Penelitian ini menganalisis tata kelola pemerintahan yang inovatif sebagai manajemen pelayanan publik melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini) di DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan di DKI Jakarta dapat dikategorikan inovatif melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini). Namun, pihak pengelola harus melakukan sosialisasi secara aktif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan melakukan perbaikan secara berkala untuk meminimalisir kesalahan dalam sistem pelayanan.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 16 No. 1 (2024).
Copyright (c) 2024 Author(s). This article is licensed under CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.