Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 18 No. 2 (2026).
A Transitional Information System Approach in Indonesia
450 Views 449 Downloads
Unstructured, narrative-based addressing systems in many developing countries fragment spatial data management and hinder effective urban governance. Although Indonesia has formally established a national standard for urban and rural addressing (SNI 9037:2021), implementation remains limited, resulting in inconsistent, non-geocoded, and non-interoperable address records. Strengthening address standardization is therefore essential to improve public service delivery, spatial data integration, and national data interoperability. This study proposes a web-based address information system designed as a transitional mechanism to support the gradual implementation of standardized addressing without immediately eliminating locally embedded address practices. Using Mantrijeron subdistrict in Yogyakarta City as a case study, we develop a dual-schema geospatial database and a hybrid search mechanism that link existing community-based addresses to standardized formats. The results show that the system maps descriptive local address queries to standardized, spatially referenced building records. The transitional dual-system model allows local governments to promote address standardization while maintaining operational usability during the transition period. A usability evaluation indicates strong user acceptance among initial users, although readiness for broader implementation remains to be established. We conclude that effective address standardization in developing contexts may benefit from adaptive and inclusive digital strategies. Rather than imposing abrupt top-down reforms, transitional information systems can facilitate gradual compliance with national standards while strengthening urban governance and supporting the One Data Indonesia framework.
Penguatan Tata Kelola Perkotaan melalui Standardisasi Alamat: Pendekatan Sistem Informasi Transisi di Indonesia
Sistem pengalamatan berbasis naratif yang tidak terstruktur di banyak negara berkembang memfragmentasi pengelolaan data spasial dan menghambat tata kelola perkotaan yang efektif. Meskipun Indonesia telah secara resmi menetapkan standar nasional untuk pengalamatan perkotaan dan pedesaan (SNI 9037:2021), implementasinya masih terbatas, sehingga menghasilkan catatan alamat yang tidak konsisten, tidak tergeocoding, dan tidak interoperabel. Oleh karena itu, penguatan standardisasi alamat sangat penting untuk meningkatkan penyampaian layanan publik, integrasi data spasial, dan interoperabilitas data nasional. Studi ini mengusulkan sistem informasi alamat berbasis web yang dirancang sebagai mekanisme transisi untuk mendukung implementasi bertahap pengalamatan standar tanpa langsung menghilangkan praktik pengalamatan yang tertanam secara lokal. Dengan menggunakan Kecamatan Mantrijeron di Kota Yogyakarta sebagai studi kasus, kami mengembangkan basis data geospasial skema ganda dan mekanisme pencarian hibrida yang menghubungkan alamat berbasis komunitas yang ada dengan format standar. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem tersebut memetakan kueri alamat lokal deskriptif ke catatan bangunan yang terstandarisasi dan terreferensi secara spasial. Model sistem ganda transisi memungkinkan pemerintah daerah untuk mempromosikan standardisasi alamat sambil mempertahankan kegunaan operasional selama periode transisi. Evaluasi kegunaan menunjukkan penerimaan pengguna yang kuat di antara pengguna awal, meskipun kesiapan untuk implementasi yang lebih luas masih perlu ditetapkan. Kami menyimpulkan bahwa standardisasi alamat yang efektif dalam konteks negara berkembang dapat memperoleh manfaat dari strategi digital yang adaptif dan inklusif. Alih-alih memaksakan reformasi mendadak dari atas ke bawah, sistem informasi transisi dapat memfasilitasi kepatuhan bertahap terhadap standar nasional sambil memperkuat tata kelola perkotaan dan mendukung kerangka kerja Satu Data Indonesia.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 18 No. 2 (2026).
Copyright (c) 2026 Author(s). This article is licensed under CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.