Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 17 No. 1 (2025).
Between Hope and Reality
370 Views 459 Downloads
Tourism development in small island regions such as Larea-rea Island holds great potential to contribute to local economic growth. However, limited infrastructure, inconsistent governance, and low community participation have hampered realizing this potential. This study aims to analyze the role of local government in developing tourism on Larea-rea Island, Sinjai Regency. This study used a qualitative descriptive approach and was conducted from January to March 2024 on Larea-rea Island, located in the Sembilan Island sub-district. Data was collected through field observations, in-depth interviews with stakeholders, including the Tourism and Culture Office of Sinjai Regency, village government officials, and local visitors and supplemented by document analysis. The findings indicate that tourism development on Larea-rea Island remains constrained by inadequate supporting facilities, fluctuating visitor numbers, limited environmental management, and low levels of promotion continuity. The local government has attempted to address these issues through infrastructure development, tourism promotion via social media, environmental conservation efforts, and community empowerment through tourism awareness groups (Pokdarwis). The analysis shows that while these initiatives have had a positive impact, they require stronger coordination, integrated planning, and sustainable policy support. This study concludes that the role of local government must evolve beyond infrastructure provision toward strategic governance that fosters inclusive community participation and long-term destination sustainability.
Pulau Larea-rea: Antara Harapan dan Realitas
Pengembangan pariwisata di wilayah kepulauan kecil seperti Pulau Larea-rea memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, keterbatasan infrastruktur, tata kelola yang tidak konsisten, dan rendahnya partisipasi masyarakat telah menghambat realisasi potensi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata di Pulau Larea-rea, Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilakukan dari Januari hingga Maret 2024 di Pulau Larea-rea, yang terletak di kecamatan Pulau Sembilan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan, termasuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai, aparat pemerintah desa, dan pengunjung lokal dan dilengkapi dengan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata di Pulau Larea-rea masih terkendala oleh fasilitas pendukung yang tidak memadai, jumlah pengunjung yang berfluktuasi, pengelolaan lingkungan yang terbatas, dan tingkat kesinambungan promosi yang rendah. Pemerintah daerah telah berupaya mengatasi masalah ini melalui pembangunan infrastruktur, promosi pariwisata melalui media sosial, upaya pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Analisis menunjukkan bahwa meskipun inisiatif-inisiatif ini telah memberikan dampak positif, inisiatif-inisiatif tersebut membutuhkan koordinasi yang lebih kuat, perencanaan terpadu, dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan. Studi ini menyimpulkan bahwa peran pemerintah daerah harus berkembang melampaui penyediaan infrastruktur menuju tata kelola strategis yang mendorong partisipasi masyarakat yang inklusif dan keberlanjutan destinasi jangka panjang.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 17 No. 1 (2025).
Jusniaty · Universitas Muhammadiyah Sinjai
Program Studi Ilmu Pemerintahan
Mursak · Universitas Muhammadiyah Sinjai
Program Studi Administrasi Publik
Sitta Ramadhani Idris · Universitas Muhammadiyah Sinjai
Program Studi Administrasi Publik
Copyright (c) 2025 Author(s). This article is licensed under CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.