Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 18 No. 1 (2026).
A Focus on What Is Highlighted
1,296 Views 443 Downloads
This study analyzes the media construction of the Free Nutritious Meal (MBG) program’s objectives in online news coverage through the lens of agenda-setting theory. It emphasizes three main dimensions—object salience, attribute salience, and actor salience—to understand how the media shapes issue priorities, policy interpretations, and the dominant voices in public discourse. Using a descriptive qualitative case study design, 150 articles from Kompas.com, Detik.com, and Tempo.co were analyzed via NVivo 15. The results indicate that coverage is dominated by objectives related to nutritional intake and stunting reduction (42.01%); while other objectives, such as food security and economic growth, receive significantly less attention. At the attribute level, the media frames the MBG program primarily as a nutrition-based intervention for vulnerable groups, marginalizing other development dimensions. At the actor level, discourse is dominated by state entities—specifically the National Nutrition Agency (BGN) and various ministries—reflecting a state-centered agenda. These findings highlight the need to position the MBG program as a cross-sectoral policy and strengthen inclusive public communication.
Konstruksi Media terhadap Tujuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Liputan Berita Daring: Fokus pada Aspek yang Ditonjolkan
Penelitian ini menganalisis konstruksi media terhadap tujuan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam liputan berita daring melalui kacamata teori penetapan agenda. Penelitian ini menekankan tiga dimensi utama—kesenjangan objek, kesenjangan atribut, dan kesenjangan aktor—untuk memahami bagaimana media membentuk prioritas isu, interpretasi kebijakan, dan suara-suara dominan dalam wacana publik. Menggunakan desain studi kasus kualitatif deskriptif, 150 artikel dari Kompas.com, detikcom, dan Tempo.co dianalisis menggunakan NVivo 15. Hasilnya menunjukkan bahwa liputan didominasi oleh tujuan yang berkaitan dengan asupan gizi dan pengurangan stunting (42,01%); sementara tujuan lain, seperti ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi, mendapat perhatian yang jauh lebih sedikit. Pada tingkat atribut, media memandang program MBG terutama sebagai intervensi berbasis gizi untuk kelompok rentan, sehingga mengesampingkan dimensi pembangunan lainnya. Pada tingkat aktor, wacana didominasi oleh entitas negara—khususnya Badan Gizi Nasional (BGN) dan berbagai kementerian—yang mencerminkan agenda yang berpusat pada negara. Temuan ini menyoroti perlunya memposisikan program MBG sebagai kebijakan lintas sektor dan memperkuat komunikasi publik yang inklusif.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 18 No. 1 (2026).
Copyright (c) 2026 Author(s). This article is licensed under CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.