Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 14 No. 2 (2022).
Experiment of Decision Tree
1,271 Views 699 Downloads
Several prominent reports have highlighted the unsatisfactory level of anti-corruption transparency for the private sector in Indonesia. Hence, the anti-corruption vision is still an aspect that deserves to be campaigned for to form an advanced and just civilization. This study aims to obtain a pattern of knowledge in predicting the level of transparency of disclosure of fraud violations based on a data mining approach. The classification function algorithm in this study is a decision tree which is then compared with other classification function algorithms, naive Bayes, and k-in. The sample in this study is 141 companies combined in the construction, mining, and banking sectors, which are on the IDX for the 2019 period. As a result, the decision tree algorithm provides the second-best performance in predicting the level of corporate transparency, namely an accuracy of 70.92% and an AUC level of 0.740. Then in terms of different tests, the decision tree algorithm is in the same cluster as the algorithm with the best performance because the t-test results show no significant difference. Based on the pattern generated by the decision tree algorithm, the elements of opportunity, pressure, and arrogance are considered key factors in predicting the level of transparency of disclosure of fraud violations. One of them can be interpreted that a company that is supervised by a minimum of four independent commissioners means company tends to be predicted to be more daring in disclosing anti-corruption information in its annual report to the wider public data mining algorithms utilizing the advantages of each agency's internal data volume to map anti-corruption cultural socialization strategies in private sector companies.
Prediksi Transparansi Pelanggaran Fraud sebagai Budaya Antikorupsi: Eksperimen Decision Tree
Beberapa laporan terkemuka telah menyoroti tingkat transparansi anti-korupsi yang masih belum memuaskan untuk sektor swasta di Indonesia sehingga visi anti-korupsi masih menjadi aspek yang patut dikampanyekan untuk membentuk peradaban yang maju dan berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh suatu pola pengetahuan dalam melakukan prediksi atas tingkat transparansi pengungkapan pelanggaran fraud berdasarkan pendekatan data mining. Algoritma fungsi klasifikasi pada penelitian ini adalah decision tree yang kemudian dibandingkan dengan algoritma fungsi klasifikasi lainnya, naive bayes dan k-nn. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 141 perusahaan gabungan sektor konstruksi, pertambangan, dan perbankan, yang melantai di BEI periode 2019. Hasilnya, algoritma decision tree memberikan performa kedua terbaik dalam memprediksi tingkat transparansi korporasi, yaitu akurasi 70,92% dan tingkat AUC 0,740. Kemudian dalam hal uji beda, algoritma decision tree ada pada klaster yang sama dengan algoritma dengan performa terbaik karena hasil t-test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan. Berdasarkan pola yang dihasilkan oleh algoritma decision tree, unsur kesempatan, tekanan, dan arogansi, disimpulkan sebagai faktor kunci dalam memprediksi tingkat transparansi pengungkapan pelanggaran fraud . Salah satunya dapat dimaknai bahwa perusahaan yang diawasi oleh minimal empat orang komisaris independen berarti perusahaan tersebut cenderung diprediksikan akan lebih berani dalam mengungkapkan informasi anti-korupsi pada laporan tahunannya ke publik secara lebih luas. Penelitian ini juga merekomendasikan agar setiap instansi yang berotoritas di Indonesia menerapkan pendekatan algoritma data mining dalam memanfaatkan keunggulan volume data internal masing-masing instansi untuk memetakan strategi sosialisasi budaya anti-korupsi pada perusahaan sektor swasta.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 14 No. 2 (2022).
Copyright (c) 2022 Author(s). This article is licensed under CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.