Model Desa di Masa Depan dan Kebijakan Pembinaannya
PDF

Kata Kunci

Desa
Kebijakan Publik
Daya Saing

Cara Mengutip

Wahyudianto, H. (2020). Model Desa di Masa Depan dan Kebijakan Pembinaannya. Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan, 4(1), 47-57. https://doi.org/10.21787/mp.4.1.2020.47-57

Abstrak

Kebijakan penentuan model desa di Indonesia selama ini hanya mengacu pada tipologi desa dengan merujuk pada karakteristik desa, sehingga pembinaannya pun bersifat umum dan semata-mata didasarkan pada faktor karaktertistik desa. Terkait denganhal itu, fokus kajian ini memuat “pemikiran baru” yang bertujuan mengenalkan model desa ke depan berdasarkan potensi dan permasalahan yang dihadapi desa, untuk menemukan model-model desa dan masing-masing kebijakan pembinaannya yang lebih tepat. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Selain itu, kajian ini merupakan studi pustaka, sehingga tidak ada lokasi kajian dan juga tidak ada informan atau narasumber. Hasil kajian ini telah merumuskan kriteria yang dapat dipakai untuk menentukan suatu desa, yaitu kewenangan desa, prasarana dasar, sarana, dan kondisi kehidupan masyarakat desa. Parameternya ditetapkan secara persentase untuk mengetahui baik buruknya kondisi suatu desa. Berbagai kemungkinan model desa berdasarkan pada kriteria dan parameter tersebut. Adapun untuk kebijakan prioritas pembinaan masing-masing desa yang telah ditetapkan modelnya, terlebih dahulu dilakukan identifikasi permasalahan desa, potensi desa, dan karakteristik daerah (permasalahan dan potensinya). Kebijakan penanganan masalah yang dianalisis terkait sarana dan prasarana dasar desa dan kondisi masyarakat desa. Sementara, kebijakan pengembangan potensi daerah memperhatikan potensi unggulan, potensi berbasis kemasyarakatakan, serta potensi kecil dan menengah.

https://doi.org/10.21787/mp.4.1.2020.47-57
PDF

Referensi

Abidin, M. Z. (2015). Tinjauan atas Pelaksanaan Keuangan Desa dalam Mendukung Kebijakan Dana Desa. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik, 6(1), 61–76. https://doi.org/10.22212/JEKP.V6I1.156

Achsin, S. N., Cangara, H., & Unde, A. A. (2016). Profil Desa dan Kelurahan sebagai Sumber Informasi: Studi Evaluasi tentang Penyediaan Informasi Potensi Desa dan Kelurahan di Sulawesi Selatan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Kelurahan (BPMPDK) Provinsi Sulawesi Selatan. KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(4), 449–467. https://doi.org/10.31947/KJIK.V4I4.649

Aditiawati, P., Astuti, D. I., Suantika, G., & Simatupang, T. M. (2016). Pengembangan Potensi Lokal di Desa Panawangan Sebagai Model Desa Vokasi dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional. Jurnal Sosioteknologi, 15(1), 59–67. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2016.15.1.6

Aminah, S., & Sutanto, H. P. (2018). Analisis Tingkat Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa di Kabupaten Bogor. Matra Pembaruan, 2(3), 149–160. https://doi.org/10.21787/mp.2.3.2018.149-160

Aziz, N. L. L. (2016). Otonomi Desa dan Efektivitas Dana Desa. Jurnal Penelitian Politik, 13(2), 193–211. https://doi.org/10.14203/JPP.V13I2.575

Goldsmtih, A. A., & Blustain, H. S. (1980). Local Organization and Participation in Integrated Rural Development in Jamaica (Issue No. 3). Cornell University.

Hasniati. (2016). Model Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa . JAKPP (Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik). http://journal.unhas.ac.id/index.php/jakpp/article/view/1519

Hilman, Y. A., & Nimasari, E. P. (2018). Model Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Berbasis Komunitas. ARISTO, 6(1), 45–67. https://doi.org/10.24269/ars.v6i1.778

Marbun, B. N. (1977). Proses Pembangunan Desa, Menyongsong Tahun 2000: Pandangan Seorang Anak Desa. Erlangga.

Misra, R. P. (2016). Rural Development : National Policies and Experiences. Maruzen Asia.

Mubyarto. (2006). Strategi Pembangunan Pedesaan. Pusat Penelitian Pembangunan Pedesaan dan Kawasan, UGM.

Pakaya, J. (2016). Pemberian Kewenangan pada Desa dalam Konteks Otonomi Daerah. Jurnal Legislasi Indonesia, 13(1), 73–84. http://e-jurnal.peraturan.go.id/index.php/jli/article/view/143

Rochman, N. (2017). Model Pengembangan Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. EQUILIBRIA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi, 1(1), 59–70. https://doi.org/10.26877/ep.v1i1.1831

Siagian, S. P. (2003). Organisasi, Kepemimpinan dan Perilaku Administrasi. Gunung Agung.

Subekti, T., & Damayanti, R. (2019). Penerapan Model Smart Village dalam Pengembangan Desa Wisata: Studi pada Desa Wisata Boon Pring Sanankerto Turen Kabupaten Malang. Journal of Public Administration and Local Governance, 3(1), 18–28. https://doi.org/10.31002/jpalg.v3i1.1358

Sugianto, , Muchammad, Djana, A., & Ismail, A. (2016). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kemitraan di Desa Koloray Kabupaten Pulau Morotai. Jurnal Sosiologi USK, Media Pemikiran & Aplikasi. http://jurnal.unsyiah.ac.id/JSU/article/view/6894

Tomasoa, J. (2017). Membangun Sambil Melayani Pedesaan. Salatiga UKSW.

Uphoff, N. T., Cohen, J. M., & Goldsmith, A. A. (1979). Feasibility And Application of Rural Development Participation : A State-of-the-Art Paper. Cornell University.

Yudartha, I. P. D. (2017). Alternatif Kebijakan Pertanian dalam Menghadapi Otonomi Desa di Kabupaten Tabanan. Matra Pembaruan, 1(2), 65–74. https://doi.org/10.21787/mp.1.2.2017.65-74