Pengembangan Model Pemberdayaan Petani Padi melalui Program Hulu Hilir Agromaritim Bidang Pertanian
Khanifatul Khusna
Universitas Teknologi Surabaya.
Ruri Fadhilah Kurniati
Mohammad Muhaimin
Universitas Muhammadiyah Jember
PDF

Kata Kunci

Gapoktan
Pertanian
Pemberdayaan
Pemerintah Daerah

Bagaimana Mengutip

Khusna, K., Kurniati, R., & Muhaimin, M. (2019). Pengembangan Model Pemberdayaan Petani Padi melalui Program Hulu Hilir Agromaritim Bidang Pertanian. Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan, 3(2), 89-98. https://doi.org/10.21787/mp.3.2.2019.89-98

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi serta mendeskripsikan model pemberdayaan petani padi oleh pemerintah daerah sebagai fungsi pemberdayaan. Petani padi menjadi subjek penelitian dikarenakan posisinya sebagai produsen tanaman pangan terbesar di Indonesia, bahkan di dunia (FAOSTAT, 2014). Kabupaten Jember merupakan sentral produksi padi terbesar di Jawa Timur pada tahun 2016, akan tetapi masih banyak petani padi yang kurang diberdayakan. Berdasarkan alasan tersebut, Kabupaten Jember menjadi salah satu pilot project dari Program hulu hilir agromaritim bidang pertanian yang diselenggarakan oleh Provinsi Jawa Timur. Program ini bertujuan menciptakan petani entrepreneur yang memiliki nilai tambah, sehingga konsep pemberdayaan petani dapat terwujud. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini meliputi dinas tanaman pangan dan hortikultura Kabupaten Jember dan gabungan kelompok tani (Gapoktan Mitra Tani Sejati) Desa Candijati Kecamatan Silo Jember. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan dalam tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa model pemberdayaan petani padi yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Jember dalam program hulu hilir agromaritim bidang pertanian bidang pertanian adalah model pemberdayaan melalui kemitraan. Model pemberdayaan melalui kemitraan merupakan model pemberdayaan yang melibatkan lebih dari dua atau lebih stakeholder. Para stakeholder tersebut antara lain pemerintah provinsi jawa timur, dinas tanaman pangan dan holtikultura Kabupaten Jember, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, dibawah Balitbangtan, Kementan RI, Bank Jatim sebagai bank penyangga dana, asuransi jasindo sebagai penjamin, GAPOKTAN MITRA TANI SEJATI Desa Sumber Jati Kecamatan Silo, dan Petani. Seluruh stakeholder memiliki fungsi dan peran yang berbeda-beda dalam mensukseskan program hulu hilir agromaritim bidang pertanian bidang pertanian. Sampai pada evaluasi tahun 2018 program hulu hilir agromaritim bidang pertanian bidang pertanian mengalami kendala pada proses hilirnya.

PDF

Referensi

Agung, S. (2017). Pemerintahan Asli Masyarakat Adat: Sebuah Studi Kepemimpinan Adat di Lembah Timur Ciamis, Jawa Barat. Yogyakarta: Deepublish.

Ahmar, Mappamiring, & Parawangi, A. (2016). Peran Pemerintah Dalam Pemberdayaan Petani Padi Di Desa Parumpanai Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur. Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik, 2(2), 120–136. https://doi.org/10.26618/kjap.v2i2.873

Bhinadi, A. (2017). Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Deepublish.

Bungin, B. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Damsar. (2016). Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Kencana.

Ew. (2018). Ajak Petani Jember Jadi Entrepreneur, Dinas Pertanian Gelar Sosialisasi. Retrieved from https://jatim.tribunnews.com/2018/02/07/ajak-petani-jember-jadi-entrepreneur-dinas-pertanian-gelar-sosialisasi

Hamid, H. (2018). Peran Pemerintah Daerah Dalam Pemberdayaan Petani Padi Di Kecamatan Pallangga , Kabupaten Gowa , Provinsi Sulawesi Selatan. Khazanah Ilmu Berazam, 1(3), 32–48. Retrieved from http://ejournal.ymbz.or.id/index.php/1/article/view/43

Indrawati, N. N. (2016). Fungsi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bagi Petani Desa Pojokkulon Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang. AntroUnairdotNet, 5(2), 335–348. Retrieved from http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-aune584c392b9full.pdf

Isbah, U., & Iyan, R. Y. (2016). Analisis Peran Sektor Dalam Perekonomian Dan Kesempatan Kerja Pertanian Di Provinsi Riau. Jurnal Sosial Ekonomi Pembangunan, 7(19), 45–54. Retrieved from https://ejournal.unri.ac.id/index.php/JSEP/article/viewFile/4142/4000

Laily, S. F. R., Ribawanto, H., & Nurani, F. (2014). Pemberdayaan Petani Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan (Studi Di Desa Betet Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk). Jurnal Administrasi Publik (JAP), 2(1), 147–153. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/77222-ID-pemberdayaan-petani-dalam-meningkatkan-k.pdf

Lubis, E. F. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MPD) ( Studi Kasus : Kegiatan Simpan Pinjam Perempuan Di Nagari Tanjung Betung Kabupaten Pasaman). Jurnal Universitas Islam Riau, 1(2), 304–317. Retrieved from http://www.journal.uir.ac.id/index.php/PUB/article/view/1067

Nuranto, G. P. (2013). Pemberdayaan Masyarakat Petani Padi Organik (Studi Pemberdayaan Paguyuban Petani Al-Barokah Desa Ketapang Kecamatan Sususkan Kabupaten Semarang). Journal of Non Formal Education and Community Empowerment, 2(2), 56–60. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jnfc/article/view/2800

Raharto, S. (2010). Strategi Pemberdayaan Kelembagaan Petani dan Pasar Perberasan Guna Peningkatan Nilai Tukar Petani serta Ketersediaan Pangan. JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics), 4(2), 83–88. Retrieved from https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JSEP/article/view/391

Rahayu, W., & Setyowati, N. (2016). Dinamika Peranan Sektor Pertanian Dalam Pembangunan Ekonomi Di Kawasan Solo Raya. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, 31(1), 11. https://doi.org/10.20961/carakatani.v31i1.11932

Rosmaladewi, O. (2018). Manajemen Kemitraan Multistakeholder Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Deepublish.

Shobry, M. N. (2017). Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pelaksanaan Program Urban Farming di Kabupaten Gresik. Kebijaan Dan Manajemen Publik, 5(2), 1–13. Retrieved from http://journal.unair.ac.id/KMP@faktor-yang-mempengaruhi-keberhasilan-pelaksanaan-article-11714-media-138-category-8.html

Solichah, Z. (2019). Kemenko Perekonomian: Produksi Padi di Jember Tertinggi di Indonesia. Retrieved October 24, 2019, from https://jatim.antaranews.com/berita/201277/kemenko-perekonomian-produksi-padi-di-jember-tertinggi-di-indonesia-video

Subejo, Arifa, N. S. A. A., Mustofa, M. H., Indradewa, D., & Gadjah Mada University Press. (2018). Lima pilar kedaulatan pangan Nusantara. Yogyakarta: UGM Press.

Sulistiyani, A. T. (2002). Problema dan Kebijakan Perumahan di Perkotaan. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 5(3), 327–344. https://doi.org/10.22146/JSP.11101

surabayapagi.com. (2019). Program Hulu Hilir Agro-Maritim akan Dilanjutkan. Retrieved October 18, 2019, from http://www.surabayapagi.com:16007/gallery/program-hulu-hilir-agromaritim-akan-dilanjutkan

Tanziha, I. (2011). Model Pemberdayaan Petani Menuju Ketahanan Pangan Keluarga. Jurnal Gizi Dan Pangan, 6(1), 90. https://doi.org/10.25182/jgp.2011.6.1.90-99

Yudartha, I. P. D. (2017). Alternatif Kebijakan Pertanian dalam Menghadapi Otonomi Desa di Kabupaten Tabanan. Matra Pembaruan, 1(2), 65–74. https://doi.org/10.21787/mp.1.2.2017.65-74

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional berlaku untuk semua karya yang diterbitkan oleh Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan. Penulis akan mempertahankan hak cipta dari karya tersebut.