Kesesuaian Kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pariwisata dan Permasalahan Pariwisata di Indonesia
Joko Tri Haryanto
Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan
https://orcid.org/0000-0002-4755-1323
PDF

Kata Kunci

Pariwisata, DAK Fisik Bidang Pariwisata, Ketahanan lingkungan

Bagaimana Mengutip

Haryanto, J. (2019). Kesesuaian Kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pariwisata dan Permasalahan Pariwisata di Indonesia. Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan, 3(1), 25-36. https://doi.org/10.21787/mp.3.1.2019.25-36

Abstrak

Industri pariwisata dewasa ini telah berkembang menjadi industri penting dan memberikan dampak signifikan di dalam upaya pembangunan nasional melalui penerimaan negara sekaligus di daerah. Indonesia sendiri, sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu surga pariwisata dunia. Berbagai bentuk dan jenis pariwisata ada dan tumbuh berkembang di Indonesia. Karenanya sejak tahun 2008, pemerintah terus mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas di dalam pembangunan nasional, termasuk program pengembangan 10 Destinasi Wisata Baru Selain Bali di tahun 2015. Komitmen pemerintah juga diwujudkan di dalam aspek pendanaan melalui alokasi dana APBN di dalam skema DAK Fisik Bidang  Pariwisata. Supaya bermanfaat, alokasinya tentu diharapkan tepat sasaran.  Untuk itu dibutuhkan adanya analisis kesesuaian antara alokasi DAK Pariwisata dengan permasalahan sesungguhnya di sektor pariwisata nasional. Kajian ini kemudian mencoba menjawab kebutuhan tersebut dengan menggunakan metode analisis evaluasi menu dan kegiatan alokasi DAK Fisik Bidang Pariwisata. Dari hasil analisis sejak tahun 2016, secara umum dapat dikatakan bahwa alokasi DAK Fisik Bidang Pariwisata sudah selaras dengan permasalahan sesungguhnya di sektor pariwisata nasional khususnya terkait dengan indikator keamanan dan keselamatan, kesehatan dan kebersihan, kesiapan ICT dan layanan infrastruktur pariwisata. Alokasi DAK Fisik Bidang Pariwisata dari tahun 2016-2018 masih belum menyentuh indikator masalah ketahanan lingkungan yang seharusnya ke depannya juga mulai dipikirkan.

PDF

Referensi

A., R. (2013). Desentralisasi Fiskal dan Pertumbuhan Ekonomi Serta Kaitannya Dengan Otonomi Daerah. Jurnal Borneo Administrator, 9(3). https://doi.org/10.24258/jba.v9i3.124

Ati, N. P. D. R., Bagia, I. W., & Suwendra, I. W. (2014). Analisis Penurunan Pendapatan Sektor Pariwisata Sebuah Kajian Dari Perspektif Manajemen Keuangan. Jurnal Jurusan Manajemen, 2(1), 23–43. Retrieved from https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJM/article/view/2089

Dwyer, L., & Kim, C. (2003). Destination Competitiveness: Determinants and Indicators. Current Issues in

Tourism, 6(5), 369–414. https://doi.org/10.1080/13683500308667962

Evita, R., Sirtha, I. N., & Sunarta, I. N. (2012). Dampak Perkembangan Pembangunan Sarana Akomodasi Wisata Terhadap Pariwisata Berkelanjutan di Bali. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 2(1), 109–222. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/jip/article/view/3684

Handra, H., & Paddu, H. (2012). Evaluasi Kinerja Pelaksanaan DAU dan DAK. Jakarta.

kontan.co.id. (2014). WTTC: Pariwisata Indonesia tumbuh paling tinggi. Retrieved May 6, 2019, from https://industri.kontan.co.id/news/wttc-pariwisata-indonesia-tumbuh-paling-tinggi

Leedy, P. D., & Ormrod, J. E. (2005). Practical Research: Planning and Design. New Jersey: Prentice Hall. Retrieved from https://books.google.co.id/books/about/Practical_Research.html?id=MipiQgAACAAJ&redir_esc=y

McIntosh, R. W., & Goeldner, C. R. (1986). Tourism : Principles, Practices, Philosophies (Third Edition). Northwestern: Wiley. Retrieved from https://books.google.co.id/books/about/Tourism.html?id=gVoXAQAAMAAJ&redir_esc=y

Mihalič, T. (2000). Environmental management of a tourist destination. Tourism Management, 21(1), 65–78. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(99)00096-5

Nudin, J. (2018). Strategi Pemasaran Pariwisata Indonesia Sebagai Antisipasi Dari Perubahan Ekonomi Global. Jurnal Mandiri, 1(2), 311–328. https://doi.org/10.33753/mandiri.v1i2.24

Pratama, M., & Muktiali, M. (2016). Kajian Penurunan Pariwisata di Dataran Tinggi Kerinci Provinsi Jambi. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 5(1), 29–40. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/pwk/article/view/10622

Prideaux, B. (2000). The Role of The Transport System in Destination Development. Tourism Management, 21(1), 53–63. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(99)00079-5

Raharjana, D. T. (2012). Membangun Pariwisata Bersama Rakyat: Kajian Partisipasi Lokal Dalam Membangun Desa Wisata di Dieng Plateau. Jurnal Kawistara, 2(3), 225–328. https://doi.org/10.22146/KAWISTARA.3935

Rani, D. P. M. (2018). Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat melalui Sektor Pariwisata pada Pantai Lombang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Jurnal Politik Muda, 3(3), 412–421. Retrieved from http://journal.unair.ac.id/JPM@pengembangan-potensi-pariwisata-kabupaten-sumenep,-madura,-jawa-timur-(studi-kasus-article-8100-media-80-category-8.html

Rinaldi, U. (2013). Kemandirian Keuangan dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah. Jurnal EKSOS, 8(22), 105–113. Retrieved from https://core.ac.uk/download/pdf/11718149.pdf

Rutherford, D. (2006). Approaches to Tourism Planning. Pretoria: University of Pretoria.

Setyowati, N. W., & Octavia, S. (2016). Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat melalui Sektor Pariwisata pada

Kawasan Wisata Danau Napabele Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Administrasi Kantor, 4(2), 374–392. Retrieved from https://www.neliti.com/id/publications/234522/pengembangan-kesejahteraan-masyarakat-melalui-sektor-pariwisata-pada-kawasan-wis

sindonews.com. (2019). Menggarap Serius Wisata Selain Bali. Retrieved May 6, 2019, from https://ekbis.sindonews.com/read/1368636/34/menggarap-serius-wisata-selain-bali-1546908970

Soebagyo. (2012). Strategi Pengembangan Pariwisata di Indonesia. Jurnal Liquidity, 1(2), 153–158. Retrieved from https://www.academia.edu/7701501/STRATEGI_PENGEMBANGAN_PARIWISATA_DI_INDONESIA

Suharso. (2009). Perencanaan Objek Wisata dan Kawasan Pariwisata. Malang: PPSUB.

Trisnawati, R., Wiyadi, W., & Priyono, E. (2008). Analisis Daya Saing Industri Pariwisata Untuk Meningkatkan Ekonomi Daerah: (Kajian Perbandingan Daya Saing Pariwisata Antara Surakarta Dengan Yogyakarta). Economic Journal of Emerging Markets, 13(2), 61–70. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/JEP/article/view/224

Utami, A. R. (2016). Kompetensi Khas di Sektor Pariwisata. ESENSI, 6(1), 75–88. https://doi.org/10.15408/ess.v6i1.3122

Warpani, S. P. (2007). Pariwisata dalam Tata Ruang Wilayah. Bandung: Penerbit ITB.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional berlaku untuk semua karya yang diterbitkan oleh Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan. Penulis akan mempertahankan hak cipta dari karya tersebut.